Berkat Basket, Windi Oceanty Bisa Masuk Unpad
Utamakan Akademik daripada Basket
Basket menjadi cara untuk melepas penat, sementara akademik tetap menjadi prioritas utama. Prinsip itulah yang dipegang pebasket putri Universitas Padjadjaran Bandung (Unpad), Anak Agung Windi Adinda Oceanty.
Pebasket yang akrab disapa Windi itu sudah mengenal basket sejak duduk di bangku sekolah. Semasa SMA, ia aktif memperkuat SMAN 1 Denpasar di berbagai turnamen antarsekolah. Pengalaman itulah yang akhirnya membawanya melanjutkan perjalanan basket hingga ke level kampus.
Basket juga menjadi salah satu alasan Windi memilih Unpad sebagai tempat melanjutkan pendidikan. Gadis asal Bali tersebut berhasil masuk melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), jalur yang memang membutuhkan konsistensi akademik sejak sekolah.
“Aku tuh masuk Unpad lewat jalur SNBP, terus karena dari SMA aku ikut basket dan di Unpad basketnya juga oke, jadi aku lanjut main basket lagi di kampus,” kata Windi usai menjadi top scorer dengan 20 poin saat Unpad mengalahkan ITB 105-25 di Grup F Putri Basketball Regional Bandung, Minggu (17/5).
Meski aktif sebagai student-athlete, Windi sadar betul bahwa menjalani kehidupan di perguruan tinggi negeri bukan perkara mudah. Ritme latihan, tugas kuliah, praktikum, hingga jadwal pertandingan harus berjalan beriringan. Karena itu, ia dan rekan-rekannya di tim basket Unpad tetap menempatkan akademik sebagai prioritas utama.
“Sebenarnya kuliah, karena jujur kalau di Unpad itu pemainnya di mana-mana ngeprioritasin pelajaran dulu,” jelasnya.
Windi mengakui persiapan tim biasanya dilakukan bertahap. Saat jadwal pertandingan belum dekat, para pemain tetap fokus menjalani aktivitas akademik. Intensitas latihan baru meningkat ketika kompetisi mulai mendekat.
“Sebeneranya kami dari jauh-jauh hari tuh kalau mau ada event apapun pasti yang latihan masih sedikit-sedikit karena anaknya akademis banget. Tapi kalau mau dekat-dekat event gitu ya kami prioritasin basket,” lanjutnya.
Basket Melepas Penat
Di balik jadwal kuliah yang padat, basket justru menjadi tempat Windi mengembalikan energi. Lapangan basket menjadi ruang refreshing setelah seharian berkutat dengan diktat, tugas, hingga jurnal kampus.
“Susah banget (bagi waktu), tapi basket itu aku jadiin buat refreshing aku di tengah sibuknya kuliah. Jadi emang kalau lagi mumet banget ya aku sempetin waktu aku buat main basket biar ngilangin mumet di tengah pelajaran,” tutur mahasiswi Fakultas Industri Pertanian semester 4 tersebut.
Tidak hanya soal pertandingan, basket juga memberikan pengalaman baru bagi Windi selama menjadi mahasiswi Unpad. Ia mendapat banyak teman, merasakan atmosfer kompetisi antar kampus, hingga kesempatan bertanding di luar kota bersama timnya.
“Dapat temen-teman seru di sini. Kadang ada event di luar Bandung juga dan dapat jalan-jalannya sih. Seru aja sih main basket di tingkat yang lebih tinggi juga,” ujarnya.
Meski begitu, Windi mengaku belum memiliki rencana untuk melanjutkan karier sebagai atlet setelah lulus kuliah nanti. Basket akan tetap menjadi bagian penting dalam hidupnya, namun ia memilih fokus membangun karier profesional di dunia kerja.
“Kayaknya sih cukup, lanjut ke karier kerja,” tutup Windi sambil tertawa. (GAP)