Demi Basket, Fikran Pindah dari Unpad ke Maranatha
Kejar Keseimbangan antara Akademik dan Basket
Jalan setiap student-athlete tidak selalu mudah. Ada kalanya mereka harus mengambil keputusan besar demi menjaga keseimbangan antara prestasi akademik dan karier olahraga. Hal itulah yang dialami pemain Universitas Kristen Maranatha Bandung, Fikran Fattah.
Di saat banyak mahasiswa menjadikan perguruan tinggi negeri sebagai tujuan utama, Fikran justru mengambil langkah berbeda. Pemain asal Bandung tersebut memutuskan meninggalkan Universitas Padjadjaran (Unpad) dan melanjutkan studinya di Universitas Kristen Maranatha. Keputusan itu bukan tanpa pertimbangan matang.
Fikran memulai perjalanannya sebagai mahasiswa Akuntansi angkatan 2022 di Unpad. Di saat yang sama, karier basketnya sedang menanjak. Ia mendapat kesempatan mengikuti program tim nasional kelompok usia U19 hingga U23, sekaligus terlibat dalam rangkaian seleksi Pra-PON Jawa Barat.
Kesibukan tersebut menjadi berkah sekaligus tantangan. Jadwal latihan, pemusatan latihan, hingga berbagai agenda kompetisi membuatnya harus sering mengajukan dispensasi akademik. Seiring waktu, materi perkuliahan yang tertinggal semakin sulit dikejar.
“Nah, di situ akademiknya memang sudah enggak kekejar karena sering izin dan banyak yang ngulang. Jadi saya mikir, terus diri saya juga masih pengen basket. Jadi waktu itu lagi di Cirebon dan kepikiran gimana ya kalau saya pindah ke Maranatha,” ujar Fikran.
Sebagai salah satu kampus akademik terbaik di Indonesia, perkuliahan di Unpad memang tidak ringan. Di sisi lain, peluang Fikran di dunia basket sedang terbuka lebar, sehingga ia harus menentukan prioritas tanpa mengorbankan masa depannya sebagai mahasiswa.
Alih-alih meninggalkan pendidikan, Fikran memilih mencari lingkungan yang dapat mendukungnya untuk menyelesaikan kuliah dan tetap berkembang sebagai atlet basket.
Keputusan itu kemudian membawanya berdiskusi dengan Arif Gunarto, yang akrab disapa Coach Lie Fan, pelatih basket Universitas Kristen Maranatha. Dari komunikasi tersebut, muncul opsi untuk melanjutkan studi sekaligus memperkuat tim basket Maranatha.
“Saya coba ngomong ke Om Lie Fan, gimana ini enaknya, gimana baiknya. Jadi kata Om Lie Fan, ya sudah enggak apa-apa pindah ke Maranatha. Jadi akhirnya saya pindah ke Maranatha,” lanjutnya.
Saat mengambil keputusan tersebut, Fikran telah menjalani sekitar satu setengah tahun perkuliahan di Unpad. Meski tidak mudah meninggalkan kampus yang sudah menjadi bagian dari perjalanan akademiknya, ia merasa langkah itu merupakan pilihan terbaik untuk situasi yang sedang dihadapi.
“Iya, memang enggak ngejar (kuliahnya),” kata Fikran saat menjelaskan alasan utama perpindahannya.
Di Maranatha, Fikran mendapatkan kesempatan untuk kembali menata ritme sebagai student-athlete. Ia dapat menjalani aktivitas akademik sambil tetap fokus mengembangkan skill basketnya.
Meski masih fokus menyelesaikan kuliah, Fikran sudah memiliki target berikutnya setelah lulus nanti. Pemain yang tumbuh besar di Bandung tersebut ingin menguji kemampuannya di level tertinggi basket Indonesia.
“Setelah habis dari Maranatha, saya pengen nyoba sih untuk main di tingkat pro. Jadi kalau habis lulus memang pengen main di pro, di IBL,” ungkapnya.
Belum lama ini, FIkran baru saja mengantar Marantha menjadi juara Basketball Campus League Season 1 Regional Bandung. Ice Bears (sebutan tim basket Marantha) menang atas ITHB 66-54 di UPI Gymnasium, Jumat (23/5) sekaligus lolos ke The Nationals. (GAP)