Derrick Michael Segera Main di Liga B.PREMIER Jepang
Direkrut Klub Saga Ballooners

Perjalanan Derrick Michael Xzavierro menuju profesionalisme menemukan babak barunya. Power forward/center berusia 23 tahun asal Jakarta itu resmi dikontrak oleh Saga Ballooners untuk bermain di liga basket tertinggi di Jepang, B.PREMIER, musim 2026-27.
Ini adalah lompatan besar bagi Derrick setelah beberapa kali menorehkan rekor dalam karier basketnya.
Derrick adalah pemain Indonesia pertama yang mendapat beasiswa olahraga NCAA Division I, juga menjadi orang Indonesia pertama yang tampil di NCAA Tournament, dan pertama pula yang diterima di NBA Global Academy di Canberra, Australia.
Kini, ia menjadi salah satu pemain Indonesia yang berkompetisi di salah satu liga profesional paling kompetitif di Asia.
Sebenarnya perjalanan pemain timnas Basket Indonesia itu tidak selalu mulus.
Setelah dipilih masuk NBA Global Academy pada 2020, Derrick melanjutkan karier ke Grand Canyon University Amerika. Namun, di sana ia harus melewati masa sulit ketika paru-parunya, dua kali operasi, dan tujuh minggu dirawat di rumah sakit.
Ia kembali ke lapangan, bermain 14 game bersama Grand Canyon yang finis dengan rekor 30-5 dan lolos ke NCAA Tournament, sebelum akhirnya pindah ke Long Beach State University Amerika.
Di Long Beach, ia menjadi tumpuan lini dalam. Catatan statistiknya di tim juga baik; memimpin tim dalam rebound (6,8 per game) dan blok (36 sepanjang musim 2024-25), serta masuk jajaran lima besar Big West Conference dalam kategori rebound.
Di level timnas, Derrick menutup kiprahnya bersama Indonesia dengan catatan yang tak kalah berkesan. Pada SEA Games 2025 di Thailand, ia membukukan rata-rata 15,8 poin dan 11,8 rebound per game, membantu Indonesia meraih medali perunggu.
Saga Ballooners menyambut kedatangannya dengan antusias. Dalam pernyataan resminya, klub menyebut Derrick sebagai talenta muda yang membawa masa depan basket Indonesia. Sosoknya dinilai cocok dengan filosofi permainan "FLUID" yang diusung Saga, berkat kemampuan rebounding, mobilitas dalam transisi, dan mentalitas berkembang yang ia tunjukkan.
"Saya sangat antusias dan bersyukur atas kesempatan ini. Saya siap memberikan segalanya dan mengejar gelar juara," ujar Derrick.
Dengan tinggi 208 cm dan rentang tangan mendekati tujuh kaki, Derrick membawa profil fisik yang langka di Asia Tenggara.