Halmaheranno: Skill Penting, Tapi Konsistensi yang Menentukan
Kapten Binus Putra Bicara Kesiapan Tim untuk Final

Di tengah laju sempurna Universitas Bina Nusantara (Binus) menuju Regional Finals Basketball Campus League Season 1 Regional Jakarta, kapten tim Halmaheranno Aprianto Lolaru Hady justru memilih berbicara soal satu hal yang selama ini menjadi pekerjaan rumah terbesar timnya: konsistensi.
Binus datang ke partai Regional Finals dengan modal yang sangat meyakinkan. Stingers menyapu bersih tiga pertandingan fase grup sebelum melanjutkan tren positif dengan menumbangkan juara bertahan Institut Perbanas Jakarta di Regional Playoffs alias semifinal melalui kemenangan 68-56.
Hasil tersebut terasa spesial karena menjadi kemenangan pertama Binus atas Perbanas setelah tiga pertemuan sebelumnya selalu berakhir dengan kekalahan. Sebuah bukti bahwa proses panjang yang dijalani tim mulai menunjukkan hasil.
Namun bagi Halmaheranno, keberhasilan mencapai final belum membuat timnya berpuas diri. Justru kemenangan atas Perbanas kembali mengingatkan mereka pada masalah lama yang masih sering muncul saat menghadapi tim-tim besar.
“Sebenarnya penyakit kami dari dulu tetap sama. Kalau ketemu tim besar, masalahnya ada di konsistensi setiap kuartal,” ujar Halmaheranno di Media Center Basketball Court UPH, Tangerang, Banten, Sabtu (30/5).
Menurutnya, Binus kerap tampil baik pada awal pertandingan, tetapi kehilangan ritme ketika memasuki kuarter ketiga atau keempat. Situasi itu sering membuat mereka harus bekerja ekstra keras untuk mengejar ketertinggalan di akhir laga.
“Kadang kuarter pertama dan kedua bagus, terus kesandung di kuarter tiga atau empat. Akhirnya harus berjuang lagi buat ngejar,” katanya.
Karena itu, sang kapten Binus menilai kemenangan atas Perbanas bukan hanya soal strategi atau kemampuan individu. Lebih dari itu, kemenangan lahir dari keberhasilan tim menjaga disiplin dan konsistensi selama pertandingan berlangsung. “Dua hal itu yang bikin kami bisa menang, yaitu konsistensi dan disiplin,” lanjutnya.
Meski demikian, Halmaheranno mengakui masih ada beberapa kesalahan teknis yang muncul saat semifinal. Hal-hal kecil tersebut akan menjadi fokus evaluasi menjelang laga puncak menghadapi tuan rumah Universitas Pelita Harapan (UPH).
Baginya, peningkatan kemampuan individu dan aspek teknis merupakan kewajiban yang memang harus terus dilakukan setiap hari. Namun untuk menghadapi pertandingan sebesar final, faktor mental, disiplin, dan konsistensi justru menjadi pembeda utama.
“Kalau soal skill, itu sudah wajib kami latih terus. Tapi untuk final, yang harus benar-benar kami siapkan adalah konsistensi dan disiplin,” tegasnya.
Kini Binus hanya berjarak satu kemenangan dari gelar Regional Jakarta. Setelah berhasil mematahkan kutukan atas Perbanas, Halmaheranno dan rekan-rekannya berharap bisa menjaga performa selama empat kuarter penuh saat menghadapi UPH.