Jamarr Johnson Yakin Student-Athlete Indonesia Bisa Mendunia
Berharap Kompetisi Kampus Berjalan dengan Fasilitas Lengkap

Perjalanan panjang Jamarr Andre Johnson di basket Indonesia membuatnya bisa melihat langsung perkembangan pemain muda Tanah Air. Setelah lebih dari satu dekade berkarier di Indonesia, Jamarr menilai potensi atlet Indonesia sangat besar, termasuk dari kalangan student-athlete yang kini semakin banyak mendapatkan ruang berkembang.
Menurut Jamarr, mahasiswa yang mampu menyeimbangkan pendidikan dan olahraga memiliki peluang besar untuk membangun masa depan, baik di dalam maupun luar negeri. Karena itu, ia berharap para student-athlete Indonesia berani memiliki mimpi besar dan percaya pada kemampuan diri sendiri.
Menurut Jamarr, kepercayaan diri menjadi fondasi penting bagi setiap atlet yang ingin berkembang ke level yang lebih tinggi. Terlebih saat ini peluang bagi atlet Asia untuk berkarier di berbagai negara semakin terbuka.
"Harapan saya untuk student-athlete Indonesia, semoga mereka punya percaya diri untuk masa depan mereka. Banyak kesempatan sekarang untuk atlet Asia di luar negeri, di sini juga. Dan aku percaya banyak atlet Indonesia bisa, mimpi besar untuk karir basket dan karier olahraga mereka," ujar Jamarr.
Ia menilai kesempatan untuk berkembang sebenarnya sudah tersedia. Kini tinggal bagaimana para atlet memanfaatkan peluang tersebut dan berani bekerja lebih keras untuk mengejar target yang mereka impikan.
Jamarr juga melihat perkembangan atlet Indonesia dalam beberapa tahun terakhir cukup menggembirakan. Ia mencontohkan semakin banyak pemain muda Indonesia yang mendapat kesempatan menempuh pendidikan di Amerika Serikat maupun tampil di ajang internasional.
Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa atlet Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing di level global.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kesempatan tersebut harus dibarengi dengan kesiapan mental dan kemauan untuk bekerja keras. Sebab, persaingan di level internasional tidak pernah mudah.
"Atlet mau enggak? Atlet di sini siap enggak? Atlet di sini mau bermimpi untuk masa depan mereka? Mereka harus mau kerja keras, kerja keras banget. Karena di level internasional, susah mendapat prestasi di sana,” ungkapnya.
Pemain yang sudah menjadi bagian penting perkembangan basket Indonesia itu juga mengatakan bahwa fasilitas dan ekosistem olahraga di Indonesia saat ini sudah jauh lebih baik dibanding beberapa tahun lalu. Karena itu, menurutnya tidak ada alasan bagi atlet muda untuk ragu mengejar cita-cita mereka.
"Jadi, harus mulai dari sini. Fasilitas di Indonesia sudah ada. Bisa memulai dari mana pun, tapi dari sini juga masih bisa untuk meraih mimpi itu,,” tegas pemain yang pernah memperkuat Prawira Bandung itu.
Kompetisi Kampus dengan Fasiltas Lengkap
Selain menyoroti perkembangan student-athlete, Jamarr juga memberikan pandangannya mengenai kompetisi antarmahasiswa yang kini semakin berkembang, termasuk Campus League.
Menurutnya, kehadiran kompetisi kampus menjadi langkah positif dalam membangun ekosistem basket yang lebih kuat. Kompetisi seperti Campus League memberikan kesempatan bagi para pemain untuk terus bertanding, mengasah kemampuan, sekaligus merasakan atmosfer kompetitif secara berkelanjutan.
"Oh, I think itu bagus," ujar Jamarr ketika diminta pendapat mengenai kompetisi kampus.
Namun, ia berharap perkembangan kompetisi juga diikuti dengan peningkatan fasilitas yang mendukung kebutuhan para atlet. Jamarr menilai pengalaman bermain di lapangan indoor dengan fasilitas yang memadai dapat memberikan dampak besar terhadap perkembangan pemain.
"Menurut saya, semoga student-athlete yang kompetisi basket dapat fasilitas lengkap. Itu harapan saya,," katanya.
Jamarr membandingkan dengan pengalaman basket di Amerika Serikat yang mayoritas dimainkan di dalam ruangan dengan fasilitas yang menunjang performa pemain.
"Gara-gara di Amerika, basket itu musim cuaca dingin. Kami main indoor. Fasilitas kayu sama AC," ujarnya.
Menurutnya, bermain di lapangan indoor dengan lantai kayu dan kondisi yang nyaman akan memberikan pengalaman berbeda bagi para atlet muda. Selain meningkatkan kualitas pertandingan, hal tersebut juga membantu pemain beradaptasi dengan standar kompetisi yang lebih tinggi.
"Waktu kamu main di dalam, lapangan basket ada AC, ada lapangan kayu. Itu terasa beda banget. Beda jauh daripada main luar ruangan," jelas Jamarr.
Karena itu, ia berharap kompetisi seperti Campus League terus berkembang dan mampu menghadirkan fasilitas terbaik bagi para student-athlete Indonesia.
"So, itu harapan saya buat kompetisi kampus untuk bisa mendapatkan fasilitas lengkap," tutupnya. (GAP)