Komitmen UII Kembangkan Student-Athlete
UII Punya Jalur Rekrutmen untuk Atlet Berprestasi
Universitas Islam Indonesia (UII) menegaskan komitmennya dalam mengembangkan student-athlete sebagai bagian penting dari ekosistem kampus. Bagi UII, olahraga bukan sekadar tempat berburu kemenangan, tetapi ruang pembentukan karakter yang berdampak jangka panjang.
Hal itu ditegaskan langsung oleh Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D., yang melihat peran student-athlete selaras dengan arah pengembangan mahasiswa secara menyeluruh.
“Kami melihat olahraga bukan hanya soal siapa yang menang atau kalah. Ini tentang bagaimana olahraga membentuk manusia di masa depan,” ujar Fathul.
UII bukan kampus baru dalam urusan pembinaan atlet kampus. Jauh sebelum kompetisi antar kampus seperti Campus League bergulir, UII sudah membuka jalur rekrutmen khusus bagi atlet berprestasi.
Langkah ini jadi bukti bahwa kampus memandang olahraga sebagai bagian strategis dari pendidikan tinggi.
“Sejak awal kami sudah punya jalur atlet dan seni. Karena kami percaya, mereka yang terbiasa dengan semangat sportivitas bisa membawa pengaruh positif bagi lingkungan sekitarnya,” lanjut Fathul.
Dalam konteks kompetisi kampus, UII menilai kehadiran student-athlete sejalan dengan tiga pilar utama Campus League, yakni Academics, Athleticism, dan Affinity. Kombinasi ini dianggap sebagai paket komplet untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental dan peka secara sosial.
“Sportivitas itu bukan hanya saat bermain. Itu juga soal bagaimana menghargai lawan, wasit, bahkan penonton. Dari situ tumbuh empati dan sensitivitas sosial yang sering kali tidak terlihat, tapi dampaknya besar dalam jangka panjang,” tegasnya.
UII juga serius dalam menyediakan ruang berkembang bagi para student-athlete. Berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) menjadi wadah pembinaan.
Lalu ditambah dukungan fasilitas olahraga yang lengkap mulai dari lapangan basket, futsal, hingga cabang olahraga lainnya. Semua ini jadi "training ground" bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan, baik di dalam maupun luar lapangan.
Lebih lanjut, Fathul melihat ajang seperti Campus League sebagai ruang bertemunya berbagai latar belakang kampus, negeri, swasta, hingga berbasis keagamaan, dalam satu semangat olahraga.
“Ini sangat inklusif. Kampus dari berbagai latar belakang bisa berkumpul dan berkompetisi secara sehat. Semangat seperti ini yang harus dirawat,” katanya.
Bagi UII, student-athlete bukan sekadar roster pelengkap. Mereka adalah agen perubahan, membawa energi positif, menularkan semangat disiplin, dan menjadi role model di tengah kehidupan kampus. (GAP)