KONI Pusat Lihat Potensi Besar Campus League
Kuatkan Ekosistem Olahraga Kampus dan Pembinaan Atlet
Basketball Campus League mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Wakil Ketua Umum I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Mayjen TNI (Purn) Dr. Suwarno, S.IP., M.Sc.
Menurut Suwarno, kehadiran Campus League menjadi langkah positif dalam membangun ekosistem olahraga kampus, khususnya basket. Ia menilai kompetisi yang saat ini telah berjalan melalui lima regional menjadi bukti adanya upaya serius untuk menggerakkan olahraga di lingkungan perguruan tinggi.
“Pertama, kami melihat bahwa Campus League dengan potensi besarnya berupaya menggerakkan kampus, khusus untuk cabang olahraga basket kali ini. Terlihat dari mereka membagi menjadi lima regional terlebih dahulu,” ujarnya di sela-sela menyaksikan The Nationals Final di UPH Basketball Court, Tangerang, Banten, Sabtu (13/6).
Saat ini Campus League telah menjangkau sejumlah wilayah seperti Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta-Semarang, Jawa Timur, Kalimantan, hingga Indonesia Timur. Menurut Suwarno, cakupan tersebut masih memiliki peluang besar untuk terus berkembang pada masa mendatang.
“Tidak menutup kemungkinan ke depan regionalnya akan bertambah. Saat ini masih ada wilayah-wilayah yang belum dijangkau seperti Sumatera. Saya kira ini masih memiliki peluang untuk lebih membesarkan Campus League ke depan,” lanjutnya.
Dari sudut pandang pembinaan olahraga, Suwarno melihat Campus League menghadirkan ruang kompetisi yang sangat penting bagi para mahasiswa. Berbeda dengan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) yang membawa nama daerah, Campus League memberikan kesempatan bagi kampus untuk tampil dan berkembang melalui identitas institusi kampus masing-masing.
“Kita tahu ada wadah lain yang melibatkan mahasiswa, tetapi POMNAS membawa daerah, bukan kampus. Saya kira sentuhan kepada kampus akan lebih mengena apabila dilakukan seperti Campus League ini,” katanya.
Menurut Suwarno, salah satu manfaat terbesar dari kompetisi kampus adalah munculnya atlet-atlet potensial yang selama ini berkembang di lingkungan perguruan tinggi. Ia melihat tidak sedikit kampus yang memiliki mahasiswa dengan pengalaman hingga level nasional.
"Harapannya mereka bisa menularkan kepada mahasiswa lain bahwa kampus juga bisa memiliki atlet nasional,” ujarnya.
Wadah Menambah Jam Terbang
Selain menjadi wadah pembinaan, Campus League juga dinilai memberikan kesempatan lebih besar bagi pemain basket untuk mendapatkan jam terbang kompetisi. Menurut Suwarno, pengalaman bertanding menjadi faktor penting dalam membentuk kualitas seorang atlet.
“Yang kedua, kompetisi ini memberikan kesempatan kepada atlet-atlet basket untuk berkompetisi lebih banyak. Karena semakin banyak bertanding, baik melalui kejuaraan nasional, liga basket yang diselenggarakan, maupun liga kampus seperti ini, mereka akan memiliki lebih banyak pengalaman dan kesiapan mental,” jelasnya.
Tidak hanya berdampak pada pembinaan atlet, Suwarno juga melihat Campus League memiliki peran strategis dalam membuka akses pendidikan bagi atlet-atlet muda berprestasi. Menurutnya, kompetisi seperti ini dapat menjadi jembatan antara prestasi olahraga dan kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi.
Ia menilai langkah tersebut akan memberikan manfaat ganda. Selain mendorong prestasi olahraga, kampus juga dapat menjadi tempat pengembangan atlet menuju jenjang karier yang lebih baik.
“Ini merupakan sasaran yang sangat strategis dalam pembangunan olahraga di kampus. Bagi mereka yang sejak SMA sudah berprestasi, bisa mendapatkan kesempatan pendidikan melalui beasiswa. Begitu juga untuk menyiapkan atlet menuju jenjang karier yang lebih baik,” ujarnya.
“Kami berharap agenda tahunan yang disiapkan Campus League ini bisa berjalan semakin luas. Masih banyak wilayah yang berpotensi untuk dikembangkan,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Suwarno juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Campus League Basketball, mulai dari kampus peserta, sponsor, hingga panitia pelaksana.
Meski belum masuk dalam kalender resmi KONI, Suwarno menegaskan bahwa KONI Pusat memberikan dukungan penuh terhadap keberlangsungan Campus League.
“KONI Pusat sangat mendukung kegiatan ini. Saya selalu mengatakan, semakin banyak pertandingan maka semakin baik. Atlet akan semakin berkualitas dan memiliki kesiapan mental yang lebih baik untuk bertanding di level yang lebih tinggi,” tutupnya. (GAP)