Putu Kezia Ungkap Formula Hujan Tripoin Ubaya
Red Fox Optimis Hadapi UPH di Semifinal

Putu Kezia Angelie Setiawan mengungkap salah satu rahasia di balik keberhasilan Universitas Surabaya (Ubaya) menyapu bersih fase grup Basketball Campus League Season 1 The Nationals.
Menurut pemain yang menjadi Player of the Match saat menghadapi Universitas Kristen Maranatha itu, produktivitas tripoin Ubaya merupakan hasil dari program latihan shooting yang secara khusus dibangun Pelatih Wellyanto Pribadi sejak sebelum kompetisi dimulai untuk menyesuaikan karakter tim yang tidak memiliki banyak pemain berpostur tinggi.
Kezia tampil gemilang saat membawa Ubaya menaklukkan Maranatha dengan skor telak 97-41 di UPH Basketball Court, Tangerang, Kamis (11/6). Ia menjadi pencetak angka terbanyak tim dengan torehan 18 poin, 2 rebound, dan 2 assist.
Kemenangan tersebut memastikan Serigala Merah menutup fase grup dengan catatan sempurna. Tiga kemenangan dari tiga pertandingan mengantarkan mereka menjadi juara Grup D Putri sekaligus mengamankan tiket ke The Nationals Four.
Dalam pertandingan melawan Maranatha, kekuatan utama Ubaya kembali terlihat dari tembakan jarak jauh. Tim asal Surabaya itu melepaskan 68 percobaan tripoin dan berhasil mengonversi 18 di antaranya menjadi poin. Unggul jauh dari lawan yang hanya mampu mencetak dua tripoin dari 17 percobaan.
Menurut Kezia, pola permainan tersebut bukan sesuatu yang muncul secara spontan saat pertandingan berlangsung. Seluruh pemain sudah dibiasakan untuk mengandalkan shooting sejak masa persiapan tim.
"Memang pelatih mengarahkan kami di latihan untuk fokus di shooting. Karena kami sudah terbiasa latihan shooting, jadi di setiap pertandingan kami selalu fokus memaksimalkan tembakan tiga angka," ujar Kezia.
Keberhasilan strategi tersebut terlihat sepanjang fase grup. Meski akurasi tripoin Ubaya berada di kisaran 29 persen, volume tembakan yang tinggi membuat lawan kesulitan mengantisipasi serangan mereka.
Selain menghasilkan poin, ancaman dari luar garis tiga angka juga memaksa lawan keluar dari area pertahanan sehingga membuka ruang lebih luas bagi pemain Ubaya untuk bergerak dan menyerang.
Optimis Hadapi Tuan Rumah
Kini tantangan yang lebih besar sudah menanti. Pada babak semifinal, Ubaya akan berhadapan dengan tuan rumah Universitas Pelita Harapan (UPH), salah satu tim unggulan yang memiliki pengalaman dan kedalaman skuad yang sangat baik.
Kezia mengakui kualitas calon lawannya tersebut dan menaruh respek terhadap program basket yang dimiliki UPH. "UPH itu salah satu kampus yang bagus basketnya karena banyak pemain yang pengalamannya sudah banyak di basket," katanya.
Meski demikian, pemain andalan Ubaya itu tetap optimistis. Ia percaya timnya memiliki peluang besar untuk melanjutkan langkah ke final apabila mampu menjalankan game plan dengan disiplin.
Salah satu pekerjaan rumah yang menjadi perhatian adalah sektor rebound. Dibanding beberapa tim lain, Ubaya memang tidak memiliki banyak pemain dengan ukuran tubuh besar di bawah ring.
"Kami memang kalah dari segi big man. Tapi kalau semuanya konsisten dan intens melakukan box out, saya yakin kami tetap bisa fight untuk mendapatkan rebound," ujar Kezia.
Kepercayaan diri itu bukan tanpa alasan. Selain datang dengan status juara grup, Ubaya juga menunjukkan konsistensi performa sepanjang fase grup dengan permainan menyerang yang produktif.
Ketika ditanya mengenai peluang menghadapi UPH di semifinal, Kezia memberikan jawaban singkat namun tegas. "Ya kami yakin (menang)," ucapnya.