Ubaya Putri Bawa Spirit Kebersamaan ke Final
Coach Wellyanto Pribadi Mau Main Nyaman dan Disiplin

Pelatih Universitas Surabaya (Ubaya), Wellyanto Pribadi, menyebut semangat kebersamaan dan kerja sama tim menjadi faktor utama yang mengantarkan anak asuhnya melaju ke partai final Basketball Campus League Season 1 The Nationals.
Pernyataan itu disampaikan Wellyanto setelah Ubaya menundukkan tuan rumah Universitas Pelita Harapan (UPH) dengan skor meyakinkan 81-50 pada laga semifinal yang berlangsung di UPH Basketball Court, Tangerang, Jumat (12/6).
Kemenangan tersebut memastikan langkah Ubaya ke babak final sekaligus menjaga peluang mereka meraih gelar juara nasional musim ini.
Menurut Wellyanto, kekuatan utama Ubaya bukan terletak pada satu atau dua pemain bintang, melainkan pada kontribusi merata dari seluruh anggota tim yang selalu siap mengambil peran di setiap pertandingan.
"Semangat dan kebersamaan. Di Ubaya tidak mungkin yang menonjol satu orang terus. Hari ini mungkin si A, besok si B. Jadi kebersamaan itu kunci kami. Kerja sama yang luar biasa karena kami tim yang relatif kecil-kecil. Kalau tidak mau kerja sama, mau main apa?" ujar Wellyanto dalam press conference di Media Center Campus League.
Meski menang dengan selisih cukup jauh, Wellyanto mengakui timnya sempat tampil tegang saat menghadapi UPH yang berstatus tuan rumah. Selain faktor dukungan penonton, Ubaya juga harus menghadapi lawan yang memiliki keunggulan ukuran tubuh dan pengalaman.
"Anak-anak sempat terlalu tegang. Apalagi lawan tuan rumah dan secara postur mereka lebih tinggi. Jadi kami harus bekerja ekstra keras supaya bisa menjalankan permainan dengan baik," katanya.
Kapten tim Ubaya, Mayviana Lysandra Tandiono, menilai ketenangan menjadi salah satu faktor yang membantu tim keluar dari tekanan sepanjang pertandingan. Ia mengatakan seluruh pemain berusaha tetap fokus menjalankan instruksi pelatih meski pertandingan sempat berlangsung ketat.
"Tadi gamenya sempat ketat, tapi kami berusaha tetap tenang dan melakukan apa yang disampaikan coach. Kami saling support dan tetap percaya satu sama lain," ujar Mayviana.
Selain kebersamaan, sektor pertahanan juga menjadi perhatian utama Ubaya. Mayviana mengungkapkan timnya sempat menemukan beberapa celah dalam defense pada awal hingga pertengahan laga, namun berhasil memperbaikinya setelah melakukan evaluasi.
"Dari awal sampai pertengahan pertandingan masih ada beberapa bolong di defense. Tapi kami evaluasi dan akhirnya bisa bermain lebih baik di akhir pertandingan," katanya.
Menatap laga final, Wellyanto memilih untuk tetap realistis. Ia menilai peluang kedua tim masih terbuka sama besar, sehingga Ubaya harus fokus memperbaiki detail-detail kecil yang masih menjadi kelemahan.
"Kami harus membuang kesalahan-kesalahan kecil yang tidak perlu. Kalau bisa bermain nyaman dan disiplin, saya yakin tim ini bisa tampil lebih baik lagi," ujar Wellyanto.
Dengan kemenangan atas UPH, Ubaya kini tinggal selangkah lagi menuju gelar juara nasional. Bermodalkan kekompakan, disiplin, dan mentalitas pantang menyerah, tim asal Surabaya itu siap menghadapi tantangan terakhir di partai final Basketball Campus League Season 1 The Nationals.