UKSW Siap Lawan Siapapun di The Nationals Four
Melaju dengan Status Sempurna
Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga (UKSW) berhasil menyelesaikan fase grup Basketball Campus League The Nationals dengan sempurna. Kemenangan atas Universitas Cenderawasih (Uncen) pada laga terakhir Grup B Putra, Rabu (10/6), memastikan The Saints melaju ke The Nationals Four sebagai pemuncak klasemen.
Namun, pekerjaan UKSW belum selesai. Tantangan yang lebih besar sudah menanti di babak berikutnya.
Dengan status juara Grup B, juara Regional Yogyakarta ini berpotensi menghadapi salah satu tim kuat dari Grup A, yakni tuan rumah Universitas Pelita Harapan (UPH) atau Universitas Surabaya (Ubaya). Kedua tim sama-sama tampil impresif sepanjang fase grup dan diprediksi akan menjadi lawan yang tidak mudah.
Pelatih UKSW, Revan Jonathan, menyadari betul kualitas calon lawan yang akan dihadapi timnya. Karena itu, staf pelatih sudah mulai menyiapkan berbagai kemungkinan untuk menyambut The Nationals Four.
"Sudah pasti bakal jadi game yang berat. No matter what, kami dari coaching staff pasti mempersiapkan game plan untuk menghadapi mereka. Jadi baik UPH maupun Ubaya bakal jadi game yang seru di The Nationals Four," kata Coach Revan.
Bagi UKSW, keberhasilan menyapu bersih fase grup tentu menjadi modal berharga. Namun, Coach Revan menegaskan bahwa hasil tersebut tidak membuat timnya cepat puas. Fokus utama saat ini adalah memastikan para pemain tetap siap menghadapi pertandingan yang level persaingannya akan semakin tinggi.
Hal senada disampaikan Mochammad Nabizar. Pemain UKSW itu mengaku seluruh persiapan teknis sepenuhnya dipercayakan kepada tim pelatih.
Sebagai pemain, ia hanya ingin memastikan seluruh instruksi yang diberikan bisa dijalankan dengan maksimal ketika pertandingan berlangsung.
"Persiapannya kami pasrahkan ke coaching staff, karena mereka pasti sudah menyiapkan strategi. Kami sebagai pemain siap menjalankan instruksi mereka," tutur Nabizar.
Bermain sebagai Tim
Keberhasilan UKSW menyapu bersih fase grup juga tidak lepas dari permainan kolektif yang mereka tunjukkan sejak pertandingan pertama. Tidak ada ketergantungan pada satu pemain. Setiap laga, kontribusi datang dari berbagai lini sehingga permainan tim tetap berjalan meski menghadapi situasi yang berbeda-beda.
Coach Revan pun memberikan apresiasi kepada seluruh pemain, manajemen, serta para pendukung yang terus memberikan doa dan sokongan dari Salatiga selama The Nationals berlangsung.
Menurutnya, kekuatan terbesar UKSW musim ini terletak pada kebersamaan tim dan kemampuan para pemain untuk saling melengkapi di lapangan.
"Secara overall, kami tim yang mengandalkan satu sama lain. Jadi tidak ada pemain yang lebih menonjol dibanding yang lain. We're a team, we're one," ujar Revan.
Pernyataan tersebut diamini oleh Nabizar. Meski sudah memiliki pengalaman bermain di level profesional bersama Tangerang Hawks dan kini Satya Wacana Salatiga, ia menilai basket tetap permainan tim yang membutuhkan kontribusi semua pemain di lapangan.
Menurutnya, hasil positif yang diraih UKSW selama fase grup lahir dari persiapan yang dilakukan staf pelatih dan kemampuan para pemain dalam mengeksekusi rencana tersebut.
"Kalau dari aku, kunci kemenangan ada di jajaran staf pelatih dan bagaimana kami bisa mengeksekusi apa yang sudah mereka siapkan. Kami jalani apa yang sudah dipersiapkan mereka," ucap Nabizar.
Kini, UKSW tinggal menunggu lawan di The Nationals Four. Dengan modal sapu bersih fase grup dan chemistry tim yang terus terjaga, The Saints siap menghadapi siapa pun yang berdiri di seberang lapangan. (GAP)