UNRI Bangun Mimpi Student-Athlete dari Sumatera
Berjuang untuk Peluang Beasiswa Olahraga

Keikutsertaan Universitas Riau (UNRI) Pekanbaru di Basketball Campus League Season 1 Regional Jakarta bukan sekadar soal bertanding basket. Di balik perjalanan jauh mereka sebagai wakil tunggal Sumatera di Basketball Campus League, ada mimpi besar yang sedang coba dibangun kampus: menciptakan ekosistem student-athlete di Riau.
Tim basket UNRI lahir dari inisiatif kampus dan mahasiswa yang ingin membuka ruang pengembangan bagi talenta-talenta muda basket di Riau. Meski hingga saat ini belum memiliki jalur beasiswa olahraga, ide tersebut ternyata sudah mulai dipikirkan sejak sekarang.
Kapten tim UNRI, Fazle Mawla, mengungkapkan kampus ingin basket tidak hanya menjadi aktivitas sampingan mahasiswa, tetapi juga bisa berkembang menjadi identitas dan kebanggaan universitas.
“Untuk sekarang memang belum ada program beasiswa basket. Tapi ke depannya ada rencana ke arah sana. Semua kami pikirkan dengan serius, rencana kami jalani dengan baik, makanya kami ada di sini (jadi peserta Campus League),” ujar Fazle.
Membangun Pondasi
Keinginan itu tidak berhenti sebagai wacana. UNRI mulai membangun pondasinya secara sederhana lewat pembentukan tim basket yang aktif mengikuti kompetisi dan membuka ruang seleksi pemain secara terbuka.
Tanpa UKM basket formal maupun jalur rekrutmen atlet khusus, proses pencarian pemain dilakukan mandiri. Informasi open selection disebarkan melalui WhatsApp, Instagram, hingga selebaran ke fakultas-fakultas agar mahasiswa yang memiliki kemampuan basket bisa ikut bergabung.
“Yang punya minat basket boleh ikut latihan, nanti diseleksi lagi oleh coach, kami buka seluas-luasnya,” kata Fazle.
Saat ini, tim basket UNRI berada di bawah naungan bidang kemahasiswaan dan dikelola langsung oleh mahasiswa bersama pihak kampus. Dukungan terbesar datang dari Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau (FISIP UNRI) Meyzi Heriyanto. "Beliau manager tim lah, yang urus semua keperluan kami bahkan yang menyatukan kami."
Meski tim basket UNRI sebenarnya sudah ada sejak 2021, skuad yang tampil di Campus League baru benar-benar dibangun kembali pada awal tahun ini.
Perjalanan mereka membangun kultur basket kampus juga tidak mudah. Salah satu tantangan terbesar datang dari minimnya kompetisi basket di Riau. Situasi itu membuat persaingan dan perkembangan pemain tidak sekompetitif kota-kota besar lain.
UNRI pun mencoba mencari jalan keluar dengan aktif mengikuti berbagai event lokal serta rutin menjalani latih tanding melawan Universitas Islam Riau dan beberapa klub lokal di Pekanbaru.
Campus League sebagai Jalan
Namun Campus League menjadi langkah terbesar yang pernah mereka ambil. Kompetisi ini menjadi pengalaman nasional pertama bagi tim basket UNRI sekaligus kesempatan untuk mengukur level permainan mereka melawan kampus-kampus besar dari Jakarta.
“Campus League ini pertama kali buat kami. Jadi kami excited banget karena bisa belajar dan lihat level tim-tim lain,” ungkap Fazle.
Keseriusan kampus juga terlihat dari dukungan penuh yang diberikan kepada tim. Seluruh kebutuhan perjalanan menuju Jakarta mulai dari transportasi, penginapan, hingga konsumsi selama kompetisi ditanggung oleh universitas.
Bagi UNRI, Campus League bukan hanya soal hasil pertandingan. Kompetisi ini menjadi bagian dari usaha panjang untuk menjaga mimpi besar mereka: membuka jalan bagi lahirnya student-athlete dan masa depan basket kampus yang lebih besar di Riau.