Institut Teknologi Harapan Bangsa
Jawa Barat
Kuda Hitam yang Kehabisan Napas di The Nationals
ITHB Arrows Gagal Menggigit, Tapi Banyak Belajar

Datang dengan predikat kuda hitam, Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB) justru kesulitan menunjukkan performa terbaiknya di The Nationals. Namun bagi rookie Abyan Abisali, pengalaman menghadapi para juara regional menjadi bekal penting untuk bangkit pada musim berikutnya.
The Arrows sendiri baru saja menutup perjalanan mereka dengan kemenangan dramatis atas Universitas Semarang (USM). Bertanding di UPH Basketball Court, Tangerang, Kamis (11/6), Raden Raisha dkk menang tipis 72-71 dalam salah satu pertandingan paling menegangkan di fase grup.
Kemenangan itu menjadi pelipur lara untuk tim yang diprediksi mampu merepotkan banyak tim unggulan dan menjadi salah satu penantang yang patut diperhitungkan.
Sejak pertandingan pertama, ITHB terlihat belum mampu menampilkan identitas permainan yang membuat mereka disegani di regional. Tim asal Bandung tersebut kerap kesulitan menjaga konsistensi permainan dan gagal tampil lepas.
"Kami dari awal pengennya main bagus dan kompetitif di setiap game, bukan hanya soal menang atau kalah," ujar Abyan, pemain yang menjadi Player Of The Game seusai pertandingan.
Menurutnya, salah satu kendala terbesar yang dirasakan tim adalah faktor fisik. Intensitas pertandingan yang tinggi membuat ITHB kesulitan menjaga energi selama turnamen berlangsung.
"Kami memang struggle sejak awal. Entah kenapa. Yang kami rasakan mungkin kami kalah di stamina, kami kelelahan," katanya.
Abyan juga merasakan perbedaan yang sangat besar antara kompetisi regional dan The Nationals. Jika di regional mereka hanya menghadapi satu atau dua pertandingan yang benar-benar berat, maka di tingkat nasional hampir setiap laga terasa seperti final.
"Jujur sangat berbeda dibanding regional. Di sini kami langsung melawan tim-tim juara dari setiap regional. Jadi sangat sulit untuk mendapatkan kemenangan," ungkapnya.
Sebagai rookie yang baru pertama kali tampil di The Nationals, Abyan juga belajar bahwa tantangan terbesar tidak selalu datang dari lawan, tetapi juga dari kemampuan tim mengatasi tekanan di lapangan.
Ia mengakui ketika tim mulai mengalami kesulitan, energi dan kepercayaan diri pemain justru ikut menurun. Situasi tersebut menjadi salah satu evaluasi terbesar yang harus diperbaiki ke depan.
"Yang saya rasakan, saat kami mengalami struggle, energi tim malah turun. Kami kurang saling support satu sama lain dan itu jadi kekurangan kami," ujarnya.
Meski gagal memenuhi ekspektasi sebagai kuda hitam turnamen, Abyan menilai pengalaman menghadapi tim-tim terbaik nasional akan menjadi modal penting untuk membangun ITHB yang lebih kuat pada musim berikutnya.
"Musim depan tentunya kami ingin juara. Tapi yang paling penting kami ingin memainkan sistem kami dengan baik di setiap pertandingan," tegasnya.
Bagi ITHB, The Nationals tahun ini mungkin tidak menghasilkan kejutan yang banyak diprediksi sebelumnya. Namun perjalanan tersebut memberikan pelajaran penting tentang konsistensi, ketahanan mental, dan standar persaingan yang harus dicapai untuk bisa bersaing di level nasional.
Pertandingan Terdekat
Lihat JadwalBelum ada jadwal pertandingan tersedia
Berita Lainnya
Lihat Berita LainnyaRaden Raisha Jadikan The Nationals sebagai Bekal ke IBL
Cari Pengalaman dan Jam Terbang di Campus League
Grup A: ITHB Menang Dramatis atas USM
Tutup Fase Grup dengan Kemenangan
Grup A: ITHB Raih Kemenangan Perdana di The Nationals
Arrows Menang Meyakinkan atas Unmul
ITHB Menatap Laga Regional Finals
Muhammad Raisha Catatkan Triple-Double
