Universitas Budi Luhur Jakarta
Jakarta
Jatuh Bangun Melvia, Hadapi Serangan UPI Meski Cedera Jari
Bawa Universitas Budi Luhur ke The Nationals

Semifinal Campus League Futsal Regional Jakarta, Minggu (30/11), terasa seperti duel yang sudah ditakdirkan ulang, Universitas Budi Luhur (UBL) kembali bertemu Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung-lawan yang sebelumnya menghabisi mereka 0-5 di penyisihan.
Tapi kali ini ada sosok yang membuat UBL tetap berdiri lebih lama, yakni Melvia Herliana, penjaga gawang UBL yang tampil heroik meski datang dengan kondisi tidak ideal.
Melvia, mahasiswi Manajemen angkatan 2023, mengaku tidak dalam kondisi yang prima saat berhadapan dengan UPI pada semifinal ini. Ia turun, menahan rasa sakit, dan berkali-kali terbang rendah menghalau tembakan lawan.
Babak kedua jadi panggung terbaiknya--jatuh bangun, menahan sepakan pemain-pemain UPI yang terkenal cepat dan agresif.
“Aku sebenarnya tuh jarinya cedera dari pertandingan pertama. Jadi ya mainnya harus hati-hati, tapi tetap harus maksimal,” ujar Melvia setelah laga.
Kondisinya semakin berat karena UBL harus bermain tiga hari berturut-turut. Fisik pemain naik turun, beberapa kelelahan, dan sebagian bahkan sedang dalam kondisi sederhana alias tidak dalam performa terbaik. Tapi Pia, sapaan akrabnya, tetap memilih bermain.
Dan entah keberanian atau keras kepala, ia justru tampil penuh percaya diri saat gawangnya digempur.
Ketika Anchor Pindah ke Bawah Mistar
Menariknya, kiper bukan posisi pertamanya di futsal. Ketika awal bermain futsal, posisinya adalah anchor. Tapi semuanya berubah ketika ia mencoba masuk ke bawah mistar dan merasa cocok.
“Dulu aku anchor. Terus nyoba jadi kiper, eh ternyata nyaman. Ya sudah lanjut jadi kiper,” katanya sambil tertawa.
Namun kenyamanan itu datang dengan syarat.
“Jadi kiper tuh harus siap digebok. Harus siap jatuh-jatuhan. Reflek juga harus tajem,” lanjutnya.
Untuk itu, Pia ikut latihan tambahan di luar kampus. Ia membangun refleks, timing, dan mental tahan banting. Kebiasaan itu membuatnya tetap tampil solid meski jarinya belum pulih benar.
Meski menahan gebokan dari para pemain selama kompetisi, Pia berhasil membawa kampusnya ke The Nationals. Ia juga menjadi pahlawan kemenangan saat playoff penentuan melawan UKI Jakarta.
Menghadapi The Nationals, Pia mengaku harus menjaga kondisi. Persiapan berkutat dengan fisik saja, pasalnya mereka harus kembali turun bertanding kembali pekan depan untuk level yang lebih tinggi di Campus League.
"Paling aku jaga kondisi sendiri, agar siap buat The Nationals," ucapnya
Pia menunjukkan bahwa kadang, yang membuat tim tetap hidup adalah satu pemain yang berani jatuh, tanpa lupa berdiri untuk bola berikutnya.
Dengan segala keterbatasan, Pia juga memastikan UBL tidak menyerah begitu saja. Dan kalau ada yang paling pantas disebut tembok terakhir UBL, ya Pia lah orangnya.
Pertandingan Terdekat
Lihat JadwalBelum ada jadwal pertandingan tersedia
Berita Lainnya
Lihat Berita LainnyaGrup B: UBL Menang 106-24 atas Untirta
Budi Luhur Finis di Posisi Kedua Grup B

Grup B: UBL Redam Perlawanan Unsada
Budi Luhur Raih Kemenangan Perdana di Grup B

Grup E: UBL Putri Taklukkan UI
The Yellow Jacket Kalah 36-61 dari Budi Luhur

Grup A Putri: Akhir Manis UBL di The Nationals
The Yellow Tracktor Kalahkan UGM 2-0
