Universitas Kristen Maranatha
bandung
Berlian Yesi Berbagi Pengalaman di Timnas 3x3 Putri
Siap Bawa Marantha Berlaga di The Nationals
Berlian Yesi membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman setelah memperkuat Timnas Indonesia 3x3 Putri pada Asian Beach Games 2026 di Sanya, China, 22-30 April lalu. Student-athlete Universitas Kristen Maranatha itu menjadikan pengalaman bersaing di level internasional sebagai bekal penting untuk membawa Ice Bears ke Basketball Campus League The Nationals.
Yesi menjadi bagian dari skuad Timnas Indonesia 3x3 Putri yang berhasil melangkah hingga babak 16 besar. Indonesia lolos sebagai runner-up Grup C sebelum dihentikan Taiwan dengan kekalahan 10-21 di Sanya Sport Centre Gymnasium, Selasa (28/4).
Meski belum berhasil meraih medali, pengalaman tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi Yesi. Apalagi, ia mendapat kesempatan bermain bersama sejumlah pemain senior yang berpengalaman di basket putri Indonesia, seperti Ayu Sriartha, Diva Intan, dan Angelica Jennifer.
“Tentunya pengalaman kemarin itu luar biasa buat aku karena main bersama senior-senior. Ada Kak Ayu, Kak Angel, dan Kak Diva. Mereka punya pengalaman yang sangat bagus di timnas. Aku bangga banget bisa ikut karena dapat pengalaman baru,” ujar Yesi.
Bagi Yesi, pelajaran terbesar yang dibawanya dari tim nasional bukan hanya soal teknik bermain, tetapi juga bagaimana membangun chemistry dan komunikasi di dalam tim.
“Yang aku bisa bawa ke tim aku itu kekompakan, bagaimana cara bermain sebagai tim dan bagaimana bermain pintar. Kami juga harus saling mengingatkan dan saling mendukung. Itu pengalaman yang sangat berharga buat aku,” lanjutnya.
Nilai-nilai tersebut kemudian terlihat dalam perjalanan Maranatha putri di Basketball Campus League Season 1 Regional Bandung. Meski datang dengan persiapan yang tidak ideal, Ice Bears mampu tampil konsisten hingga menembus partai final dan keluar sebagai juara usai mengalahkan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) dengan skor 78-62.
Kesuksesan itu terasa spesial bagi Yesi. Pasalnya, Maranatha datang ke kompetisi dengan komposisi tim yang jauh dari sempurna. Banyak pemain utama telah lulus, sehingga tim harus melakukan regenerasi dalam waktu singkat. Sebagian besar roster diisi pemain baru yang masih beradaptasi dengan sistem permainan tim.
“Senang banget karena sebenarnya kondisi tim kami seadanya. Banyak pemain yang masih baru dan belum terlalu banyak latihan bersama. Jadi ini pencapaian terbaik yang bisa kami dapatkan,” katanya.
Kini fokus Maranatha beralih ke The Nationals. Yesi menyadari level persaingan akan jauh lebih ketat karena seluruh peserta merupakan juara dan tim terbaik dari masing-masing regional.
“Persiapannya tentu harus lebih keras lagi karena lawannya lebih bagus. Kami harus memperbaiki semua kekurangan yang masih ada,” ujarnya.
Ia juga menaruh respek kepada seluruh tim yang berhasil mengamankan tiket ke putaran nasional.
“Semua tim yang lolos ke The Nationals itu bagus. Ada Ubaya, SCU, UKSW, dan tim-tim lainnya. Kami anggap semua lawan sama kuatnya, jadi harus siap menghadapi siapa pun,” tutup Yesi.
Dengan pengalaman internasional yang baru saja didapat dan mental juara dari Regional Bandung, Yesi siap menjadi salah satu motor permainan Maranatha saat Ice Bears berburu prestasi di panggung nasional. (GAP)
Pertandingan Terdekat
Lihat JadwalBelum ada jadwal pertandingan tersedia
Berita Lainnya
Lihat Berita LainnyaAnggita Tak Menyangka Dipanggil Timnas
Raih 2 Penghargaan Individu di Campus League Basketball Season 1
The Nationals Jadi Pemanasan Deo Untuk IBL Musim Depan
Kerasnya The Nationals Jadi Pelajaran bagi Deo
Maranatha Merasakan ''Kerasnya'' The Nationals
Banyak Mendapat Pengalaman dan Pembelajaran

Roster Terbatas Tak Halangi Maranatha Menang
The Ice Bears Raih Poin Positif Berkat Kerja Kolektif
