Universitas Negeri Jakarta
Jakarta
Baca Permainan Lawan, Kunci Juara UNJ Putri
Juara Berkat Analisis Matang

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Putri resmi mengangkat trofi Campus League Futsal 2025 setelah menuntaskan partai final penuh drama melawan STKIP Pasundan dengan skor 2-1, Minggu (7/12).
Laga yang berlangsung di FIKK UNJ GOR Rawamangun itu baru menemukan pemenangnya lewat sontekan Ade Flora di menit terakhir, gol yang langsung membuat seluruh tribun pecah oleh sorak-sorai.
Namun, di balik gol pemungkas itu, ada satu cerita penting, yakni balas dendam taktis dari pelatih UNJ Putri, Nur Fitrianto, yang sukses membaca ulang permainan STKIP dan memanfaatkannya dengan tepat di final.
Pertemuan UNJ dan STKIP di partai puncak bukan hal baru. Di Regional Jakarta, UNJ justru harus mengakui keunggulan STKIP dengan skor 1-2 di semifinal. Kekalahan itu, menurut Coach Nur, menjadi bahan evaluasi terbesar menuju The Nationals.
“Kami pernah kalah dari mereka di regional. Jadi sejak sampai The Nationals, saya langsung pelajari lagi permainan STKIP. Cara mereka bangun serangan, siapa pemain kuncinya, dan pola mereka,” kata Coach Anto.
Dari hasil analisis itu, ia menyusun ulang pendekatan permainan UNJ. Tidak hanya mengubah pola rotasi, ia juga mengatur ulang cara UNJ merespons transisi cepat STKIP, sesuatu yang jadi masalah besar saat pertemuan pertama.
Rotasi jitu di babak pertama
Salah satu keputusan paling berani adalah rotasi pemain di babak pertama. Coach Anto sengaja menurunkan susunan berbeda untuk meredam agresivitas awal STKIP.
“Di babak pertama saya coba rotasi pemain. Saya mau lihat kondisi dan respons mereka dulu. Lalu di babak kedua saya maksimalkan semua pemain inti,” ujarnya.
Keputusan itu terbukti jadi kunci. Saat intensitas STKIP menurun di pertengahan babak kedua, UNJ justru tampil lebih fresh dan stabil.
Coach Anto juga menyoroti soal adaptasi timnya terhadap sistem waktu bersih (clean time) yang digunakan di semifinaldan final Campus League Futsal.
“Kami terbiasa latihan pakai waktu bersih. Jadi kalau pertandingan pakai sistem itu, kami lebih siap. Secara mindset kami sudah dapat sejak semifinal,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kemenangan di semifinal melawan UPI Bandung memberi kepercayaan diri besar bagi timnya untuk tampil lebih cepat dan lebih disiplin dalam mengatur tempo.
Permainan keras dan sportivitas
Atmosfer final memang panas. Duel fisik muncul sejak menit awal. Namun, Coach Anto menegaskan bahwa kerasnya pertandingan bukan hal yang mengejutkan.
“Kalau soal keras, itu biasa. Yang penting tetap jaga sportivitas. Anak-anak pasti lelah, apalagi habis jadwal regional yang padat. Emosi pasti muncul, tapi saya ingatkan terus bahwa Campus League adalah kompetisi bergengsi, jadi harus dijaga,” ungkapnya.
Menurutnya, menjaga kepala tetap dingin justru membuat UNJ bisa memanfaatkan momen di pengujung laga.
Saat pertandingan terlihat akan berlanjut ke babak tambahan, UNJ berhasil memanfaatkan satu celah kecil. Bola liar mengarah ke Ade Flora, yang tanpa ragu menyambutnya dengan sentuhan akhir yang sempurna.
Gol itu menjadi simbol dari seluruh kerja keras UNJ, yakni belajar dari kekalahan, latihan harian, adaptasi taktik, dan ketenangan di bawah tekanan.
Dengan kemenangan ini, UNJ Putri resmi menuntaskan misi yang tertunda sejak regional, dan melakukannya dengan cara yang paling dramatis.
Pertandingan Terdekat
Lihat JadwalBelum ada jadwal pertandingan tersedia
Berita Lainnya
Lihat Berita Lainnya
Paksa Overtime, UNJ Tegaskan Mental Spartan
Ingin Dikenal Sebagai Lawan Berbahaya

Defense Zone Jadi Senjata UNJ Redam UKI
Sempat Tertinggal, The Spartans Menang 80-70

Grup A: UNJ Buka Regional Jakarta dengan Kemenangan
Kalahkan UKI 80-70
Punya DNA Kampus Olahraga, UNJ Menatap Season 1
UNJ Siap Unjuk Bukti di Campus League
