Universitas Negeri Jakarta
Jakarta
Paksa Overtime, UNJ Tegaskan Mental Spartan
Ingin Dikenal Sebagai Lawan Berbahaya

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengakhiri perjalanan di Basketball Campus League Season 1 Regional Jakarta dengan cara membuktikan karakter yang ingin dibangun tim berjuluk Spartan tersebut.
Menghadapi Universitas Prasetiya Mulya (Prasmul), UNJ memaksa pertandingan berlangsung hingga overtime sebelum akhirnya menyerah tipis 74-78.
Bagi asisten pelatih UNJ, Ardan Fiqriansyah, hasil akhir bukan satu-satunya hal yang penting. Ia menegaskan setiap pertandingan di Campus League tetap memiliki nilai yang harus diperjuangkan, terlepas dari situasi klasemen atau peluang lolos yang ada.
“Setiap game itu penting. Mau menentukan atau tidak, tetap harus direbut. Anak-anak harus menunjukkan siapa Spartan sebenarnya,” ujar Ardan.
Semangat itulah yang terlihat sepanjang fase grup. UNJ membuka kompetisi dengan kemenangan atas Universitas Kristen Indonesia (UKI), kemudian menghadapi tantangan berat saat bertemu Institut Perbanas, sebelum akhirnya menutup fase grup dengan pertarungan sengit hingga overtime melawan Prasmul.
Menurut Ardan, salah satu misi terbesar tim adalah membuktikan bahwa UNJ bukan lawan yang bisa dianggap remeh oleh kampus-kampus lain.
“Kami ingin menunjukkan ke kampus lain kalau Spartan itu tim yang berbahaya. Kami bisa bersaing dan tidak bisa dipandang sebelah mata,” katanya.
Semangat tersebut sudah terlihat sejak laga melawan UKI. Ardan mengungkapkan kemenangan itu terasa spesial karena sebelumnya UNJ cukup sering mengalami hasil kurang baik saat bertemu lawan yang sama dalam berbagai ajang maupun laga latih tanding.
Karena itu, kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa determinasi dan kerja keras tim mulai menunjukkan hasil.
Sementara saat menghadapi Perbanas, UNJ menyadari masih ada jarak yang harus dikejar dari sisi kualitas permainan maupun kondisi fisik. Meski kalah, pertandingan tersebut dimanfaatkan sebagai sarana belajar untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
“Lawan Perbanas kami banyak belajar. Secara fisik dan skill memang mereka lebih unggul. Tapi itu jadi bahan evaluasi dan tryout buat kompetisi selanjutnya,” jelas Ardan.
Ia menilai salah satu hal positif yang didapat selama Campus League adalah meningkatnya mental kompetitif para pemain. Atmosfer persaingan antar kampus membuat setiap pertandingan dimainkan dengan intensitas tinggi dan memacu pemain untuk tampil lebih maksimal.
“Kalau sudah masuk kompetisi kampus seperti ini, semua pasti ingin bersaing. Anak-anak juga punya semangat untuk membuktikan diri,” ujarnya.
Meski perjalanan mereka harus berakhir di fase grup, Ardan melihat Campus League memberikan banyak pelajaran penting bagi perkembangan tim. Evaluasi akan dilakukan untuk memperbaiki berbagai kekurangan, tapi satu hal yang ingin tetap dipertahankan adalah identitas Spartan yang selalu bertarung hingga akhir.
Laga melawan Prasmul yang berlanjut sampai overtime menjadi gambaran paling jelas tentang karakter tersebut. Di tengah situasi yang tidak mudah, UNJ tetap berjuang hingga detik terakhir dan menunjukkan bahwa mereka mampu memberi perlawanan kepada siapa pun lawannya.
Bagi Spartan, hasil pertandingan mungkin berakhir dengan kekalahan. Namun semangat untuk bertarung, membuktikan kemampuan, dan menantang tim-tim terbaik menjadi modal yang akan mereka bawa ke kompetisi berikutnya.
Pertandingan Terdekat
Lihat JadwalBelum ada jadwal pertandingan tersedia
Berita Lainnya
Lihat Berita Lainnya
Defense Zone Jadi Senjata UNJ Redam UKI
Sempat Tertinggal, The Spartans Menang 80-70

Grup A: UNJ Buka Regional Jakarta dengan Kemenangan
Kalahkan UKI 80-70
Punya DNA Kampus Olahraga, UNJ Menatap Season 1
UNJ Siap Unjuk Bukti di Campus League

Baca Permainan Lawan, Kunci Juara UNJ Putri
Juara Berkat Analisis Matang
