Universitas Pelita Harapan
Kota Jakarta Selatan
UPH Tetap Juara Berkat Culture yang Kuat
Dari Athletic Perfection ke Gelar Regional

Kapten Universitas Pelita Harapan (UPH), Aaron Nathanael, menegaskan bahwa keberhasilan Eagles menjuarai Basketball Campus League Season 1 Regional Jakarta tidak lepas dari identitas dan budaya tim yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Baginya, meski sejumlah pemain kunci telah lulus dan melangkah ke level profesional, karakter UPH tetap tidak berubah.
Pernyataan itu disampaikan Aaron usai membawa UPH menutup perjalanan Regional Jakarta dengan gelar juara dan tiket menuju The National. Dalam konferensi pers di Media Center UPH Basketball Court, Minggu (31/5), ia menyebut konsistensi menjadi faktor terbesar di balik keberhasilan timnya sepanjang turnamen.
“Kunci kemenangan kami hari ini adalah konsistensi. Kami bermain di level kami sendiri. Meskipun ada beberapa pemain yang sudah lulus seperti Junior, Ralph, Kenny, menurut saya Eagles tetap Eagles,” ujar Aaron.
Kepercayaan diri tersebut bukan tanpa alasan. Sejak semifinal, Aaron mengaku sudah optimistis timnya mampu melangkah hingga menjadi juara. Keyakinan itu lahir dari budaya tim yang menurutnya menjadi pembeda terbesar antara UPH dan banyak kampus lain.
Aaron pernah merasakan bermain di berbagai tim sepanjang karier basketnya. Namun menurutnya, budaya yang diterapkan di UPH memiliki standar yang berbeda, baik di dalam maupun di luar lapangan.
“Culture di UPH sangat berbeda. Kami dituntut untuk mencapai athletic perfection. Jadi bukan cuma harus bagus di lapangan, tapi juga di luar lapangan. Itu yang menurut saya menjadi kekuatan tim ini,” katanya.
Budaya tersebut pula yang membuat Aaron tidak pernah merasa pesimis meski musim ini UPH kehilangan sejumlah pemain penting yang sebelumnya menjadi tulang punggung tim. Ia percaya sistem dan karakter yang telah dibangun mampu menjaga kualitas Eagles tetap kompetitif.
“Walaupun teman-teman yang dulu sudah naik ke level pro, saya tidak pesimis karena tetap saja, Eagles itu Eagles,” lanjutnya.
Menariknya, Aaron juga meluruskan anggapan bahwa gelar Regional Jakarta kali ini merupakan trofi pertamanya di level kampus. Ia mengingatkan bahwa UPH sebelumnya juga berhasil menjuarai kompetisi Liga Mahasiswa Jakarta.
Namun bagi Aaron, esensi kemenangan tidak pernah hanya soal mengangkat trofi atau mencatat skor lebih tinggi dari lawan. Ia melihat setiap pertandingan sebagai kesempatan untuk bertumbuh dan belajar.
“Menurut saya memenangkan pertandingan itu bukan cuma soal angka. Tapi bagaimana kita belajar sesuatu, bertumbuh, dan mendapatkan pengalaman dari pertandingan itu juga bagian dari kemenangan,” jelasnya.
Kini fokus UPH langsung beralih ke The National. Aaron menyadari tantangan yang menanti akan jauh lebih berat karena tim-tim terbaik dari berbagai daerah akan berkumpul dalam satu kompetisi.
Karena itu, ia memastikan Eagles tidak akan terlena dengan gelar Regional Jakarta. Persiapan menuju level nasional sudah menjadi prioritas utama tim.
“Pastinya kami akan latihan sangat keras. Karena tim-tim yang lolos ke nasional adalah tim-tim terbaik dari daerah masing-masing dan mereka pasti sangat bagus,” tegasnya.
Di sektor Putra Regional Jakarta, UPH berangkat ke The National bersama Binus dan Perbanas, dan akan menghadapi tim-tim kuat dari Surabaya, Yogyakarta, Samarinda dan Bandung, dalam waktu sepekan lagi. (DT)
Pertandingan Terdekat
Lihat JadwalBelum ada jadwal pertandingan tersedia
Berita Lainnya
Lihat Berita Lainnya
Last Dance Kapten Eagles Girls Berakhir Manis
Brylia Sheron Bawa UPH Raih Perunggu Nasional
Grup A: Lagi, UPH Menang Dramatis
Eagles Sapu Bersih Kemenangan di Fase Grup

UPH Putri Fokus Perbaiki Energi
The Nationals Kuras Konsentrasi Eagles Girls
Grup C: UPH Putri Selangkah Lagi ke Nationals Four
Kalahkan Unpar 74-35